Top

Sistem Reproduksi Ayam Beserta Ciri-Cirinya

Sistem Reproduksi Ayam Beserta Ciri-Cirinya

Selain burung, menurut anda hewan lain apa yang memiliki sayap? Sudah tentunya ayam bukan? Saat sedang berbicara mengenai ayam, sangat banyak sekali yang dapat kita pelajari mengenainya seperti yang ada dibawah ini. Yang dimaksudkan dengan ayam disini adalah sejenis unggas atau aves bersayap dan berkaki dua yang telah lama dibudidayakan yang memberikan banyak manfaat untuk manusia dengan memanfaatkan telur beserta dagingnya.

Seperti apa yang telah kita ketahui, ayam juga dianggap sebagai spesies yang gampang sekali untuk dijinakkan sehingga untuk memeliharanya tidak sulit.

Jenis-Jenis Ayam

Setelah kita membaca sedikit penjelasan mengenai ayam seperti yang ada diatas, tapi tahukah anda ternyata ayam memiliki berbagai macam jenis yang berbeda seperti yang disebut kan dibawah ini.

A. Jenis-jenis ayam berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsinya, ayam terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Ayam pedaging atau broiler

Ini juga bisa disebut sebagai ayam broiler yang dianggap sebagai ayam yang berasal dari kawin silang dengan ayam lain yang menghasilkan daging berkualitas. Sebagai hasil dari kawin silang yang memiliki daging yang berkualitas, maka dikatakanlah ayam tersebut bermutu baik. Jenis ayam yang bisa disebut sebagai jenis ayam berkualitas, tidak luput dari dukungan keadaan lingkungannya.

Lingkungan yang mendukung kualitas atau mutu dari ayam tersebut bukan hanya lingkungannya yang terawat melainkan juga bahan makanan dengan kualitas tinggi, kandang yang sesuai hingga pencegahan dari penyakit. Jika dibandingkan dengan ayam yang lain, jenis unggas yang satu ini termasuk sebagai hewan ternak yang perawatannya sangat ekonomis.

Hal yang sangat menakjubkan dari ayam ini adalah pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga dagingnya pun cepat juga untuk dipasarkan atau dikonsumsi.

  • Ayam petelur atau layer

Walaupun dinamakan sebagai jenis ayam petelur, tetapi juga lebih dari itu dimana jenis ayam ini juga dianggap sebagai jenis ayam pedaging. Dengan kata lain, apabila ayam yang dimaksudkan ini tidak lagi menghasilkan telurnya, maka ayam tersebut bisa dijadikan sebagai ayam pedaging.

Keunikan dari ayam yang satu ini memiliki sifat yang sangat mudah terkejut, tubuh yang tidak terlalu berisi dan biasanya memiliki telinga berwarna putih dan jika bertelur, warna lapisan terluar telur juga berwarna putih. Begitu juga dengan hasil telurnya yang bisa mencapai 200 butir telur dalam setahun.

  • Ayam hias atau klangenan

Ini sangat berbeda dengan jenis ayam yang lainnya dimana ayam yang satu ini biasanya tidak dijadikan sebagai ayam konsumsi malainkan sebagai ayam hias. Tidak hanya memiliki tampilan yang sangat cantik, tetapi juga menghasilkan suara merdu bila berkokok.

B. Jenis-jenis ayam berdasarkan ras

Ada juga jenis ayam berdasarkan ras dan jenis ayam tersebut adalah sebagai berikut.

  • Ayam pelung

Ini adalah jenis ayam yang konon katanya bahwa ayam tersebut adalah ayam unggulan dari Cianjur, Jawa barat. Ayam ini juga berbeda dengan dengan yang lainnya dan hampir sama dengan jenis ayam Klanengan. Ayam jenis ini juga memiliki suara atau kokokan yang panjang. Jika ia mengeluarkan suaranya, terdengar seperti alunan lagu.

  • Ayam kedu

Mendengar dari namanya saja kita bisa mengetahui bahwa ayam tersebut berasal dari Kedu atau Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung dan Desa Kalikuto Kecamatan Grabag, Magelang. Ia memiliki tampilan yang berbeda dengan ayam yang lainnya dimana jenis ayam ini sangat terkenal dengan keseluruhan tubuhnya yang hitam dan ada juga sebagian berwarna putih.

Ayam yang biasanya dijadikan sebagai bahan ritual ternyata juga memiliki berbagai macam tipe seperti:

1. Ayam kedu hitam. Tipe ayam ini keseluruhan tubuhnya berwarna hitam dengan jengger serta keloka sedikit kemerahan.

2. Ayam kedu cemani. Inilah yang disebut sebagai ayam hitam dari bagian luar hingga bagian dalamnya termasuk daging dan tulangnya. Tipe ayam inilah yang selalu dicari-cari untuk dijadikan sebagai bahan ritual.

3. Ayam kedu putih. Ini adalah tipe ayam dimana bulunya berwarna putih.

4. Ayam kedu merah. Lain hal dengan tipe ayam yang ini dengan bulunya yang hitam dan merah pada jengger.

Ayam ini memiliki ciri-ciri dengan bulu keras, tubuh yang tidak terlalu besar, ekornya yang menaik, jenggernya besar dan bagi ayam Kedu cemani tidak hanya dengan warnanya yang hitam tetapi warna mata juga coklat kehitaman, memiliki sifat penjelajah, sangat menyayangi anaknya, bisa mengahasilkan telur hingga 160 butir setiap tahun dari umur 6 bulan.

  • Ayam nunukan

Lain lagi dengan ayam nunukan sebagaimana ayam ini sangat terkenal dinunukan dan Tarakan. Pertumbuhan dari ayam yang satu ini dikatakan sangat lambat sehingga disebut-sebut sebagai ayam tanpa ekor. Selain itu, warna bulunyapun menjadi perhatian seperti coklat kemerahan serta sisik cekernya putih kekuningan.

Ini juga ayam yang sering dianggap sebagai pedaging atau petelur yang dapat menghasilkan telur yang lebih banyak dibandingkan dengan ayam kampung.

Sistem Reproduksi Ayam Jantan

Setelah kita mengetahui berbagai macam jenis ayam lengkap dengan penjelasannya, tidak ada salahnya juga bagi kita untuk mencari tahu sistem reproduksi ayam jantan seperti yang dijelaskan dibawah ini.

1. Testis

Sistem reproduksi pada ayam jantan yang pertama adalah testis. Pada ayam jantan memiliki sepasang testis yang letaknya dibagian atas abdominal. Testis pada ayam jantan berfungsi sebagai penghasil hormon jantan atau androgen serta sel gamet atau sperma.

2. Epididimis

Reproduksi ayam jantan yang selanjutnya adalah epidermis yang letaknya persis disebelah dorsal testis. Fungsi dari epidermis yaitu sebagai jalur sperma yang mengarah pada kaudal hingga ductus deferens.

3. Duktus deferens atau pas deferens

Ayam jantan juga memiliki sepasang Duktus deferens yang berbeda dimana pada ayam jantan muda terlihat lurus dan pada ayam jantan yang sudah tua terlihat berbelok-belok. Fungsi dari reproduksi tersebut adalah untuk menyalurkan atau mengarahkan sperma pada kopulasi.

4. Organ kopulasi

Duktus deferens yang terhubung pada papila kecil letaknya pada dinding dorsal kloaka. Papila kecil dianggap sebagai suatu organ yang tidak berkembang dari organ kopulasi. Organ kopulsai ini adalah yang disebut-sebut sebagai tempat keluarnya sperma.

5. Fertilisasi

Fertilisasi disini dianggap sebagai proses bersatunya sel gemet jantan serta sel gamet betina yang bertujuan untuk pembentukan sel yang disebut Zigot. Fertilisasi juga bisa disebutkan sebagai proses yang dapat mengaktifkan sel ovum. Pada setiap hewan unggas seperti ayam, pada saat kawin, spermanya akan menembus yang namanya membran vitelina ovum agar menyatu dengan sel benih betina hingga terjadinya pembentukan calon embrio.

Sistem reproduksi ayam betina

Ayam jantan dan betina dikatakan memiliki sistem reproduksi yang berbeda-beda. Diatas telah menjelaskan reproduksinya ayam jantan. Lalu bagaimana dengan reproduksi lawan jenisnya? Berikut penjelassannya.

1. Oviduct ( indung telur )

Oviduct adalah salah-satu bagian dari reproduksi betina yang dianggap sebagai penghasil sel telur. Sebagai penghasil sel telur, ia juga berperan sangat penting dalam menghasilkan telur yang dibuahi oleh spermatozoa.

2. Infundibulum ( papilon )

Ini tidak terdapat pada ayam jantan melainkan hanya ada pada ayam betina. Fungsi dari alat reproduksi ini sebagai tempat penampungan bagi sel telur yang matang. Dilain itu, ia juga bisa membuang atau mengeluarkan zat seperti protein yang telah terpakai.

3. Magnum

Setelah Infundibulum, magnum juga bagian reproduksi betina yang berperan penting dalam pembentukan putih telur yang berasal dari infundibulum dan oviduct. Panjang dari organ yang satu ini berkisar 33 cm sehingga ia disebut sebagai organ yang peling panjang.

4. Isthmus

Isthmus adalah suatu organ yang melanjutkan sistem kerja dari magnum. Setelah selesai membentuk putih telur, akan dilanjutkan dengan membentuk selaput telur. Inilah yang disebut-sebut sebagai organ pemisah antara putih telur dengan kuningnya.

5. Uterus

Pada saat selaput telur selesai dibentuk serta tugasnya yang memisahkan putih dengan kuning telur, uterus akan melanjutkannya dengan membentuk lapisan terluar telur atau cangkang telur yang secara ilmiah diebut sebagai kerabang telur.

6. Vagina

Pada reproduksi ayam betina, fungsi dari vagina disini dikatakan sangat sederhana hanya sebagai jalur telur dan juga urin serta kotoran atau feses. Telur yang melalui vagina beberapa lama dikatakan akan kembali menghasilkan telur hingga melepaskan telur.

7. Kloaka

Kloaka adalah bagian terakhir sebagai reproduksi ayam betina. Organ inilah yang disebut sebagai suatu tempat untuk mengeluarkan telur. Selanjutnya ayam akan melakukan tugasnya dalam mengeram telur-telurnya hingga menetas.

Sistem pernafasan ayam

Setiap mahkluk hidup dikatakan memiliki sistem pernafasannya masing-masing. Dan bagaimana sistem pernafasan pada ayam? Pernafasan ayam dapat terbagi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Saluran pernapasan atas

Ada beberapa bagian saluran pernafasan ayam bagian atas seperti rongga hidung, laryng, tenggorokan, bronkus dan bronkeolus. Rongga hidung yang katanya langsung terhubung pada sinus infraorbitalis dan sinus supraorbitalis, dikatakan bisa menghirup apa saja termasuk benda atau zat asing diudara.

Rongga hidung yang terdiri dari silia atau bulu getar bertugas dalam melakukan penyaringan terhadap partikel yang ada di udara misalnya debu. Trakea, bronkus dan bronkeolus yang terdiri dari sel epitel juga memiliki bulu getar, sedangkan sel tak bersilia hanya memiliki lendir yang terdiri dari enzim proteolitik dan surfakta yang memiliki kemampuan dalam menghancurkan mikroorganisme atau mikroba dengan ukuran yang sangat kecil.

2. Paru-paru

Secara umum, paru-paru dikatakan sebagai tempat keluar masuknya udara atau dengan kata lain sebagai tempat pertukaran udara. Paru-paru juga terdiri dari cabang bronkus atau parabronkus yang terubungt dengan kantung udara.

3. Kantung udara

Udara yang akan masuk ke paru-paru juga akan masuk kedalam kantung udara. Untuk menghirup udara dan mengembalikannya di udara, itu adalah tugas penting dari kantung udara.

Sistem pencernaan ayam

Lain pernafasan lain pula pencernaan. Ayam memiliki beberapa sistem pencernaan seperti yang akan disebutkan dibawah ini.

1. Paruh (Mulut)

Paruh merupakan tempat pertama pada makanan sebelum masuk pada pencernaan yang lainnya. Selayaknya untuk kita ketahui, ayam tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanannya sehingga makanan yang melalui paruh akan langsung tertelan. Tetapi ayam memiliki lidah yang dapat membantu mendorong setiap makanan mengarah pada kerongkongan yang dibantu oleh yang namanya kelenjar saliva.

2.Kerongkongan (Esophagus)

Makanan yang sudah masuk kekerongkongan kemudian akan disalurkan ke tembolok. Fungsi utama dari kerongkongan ayam adalah sebagai tempat penyimpanan suatu benda yang bersifat elastis.

3. Tembolok (Crop)

Setiap ayam memiliki yang namanya tembolok. Fungsi dari tembolok ini adalah sebagai tempat penyimpanan makanan sementara serta untuk melunakkan bahan makanan dengan bantuan air yang ada pada pencernaan tersebut.

4. Proventikulus

Tahukah anda ternyata ayam memiliki dua jenis lambung yaitu proventikulus (lambung glandular) dan empedal (lambung muskular). Pada bagian lapisan kulit dalam proventikulus yang terdiri dari dua kelenjar seperti kelenjar tubular dan kelenjar gastrik. Keduanya memiliki fungsi tersendiri dimana kelenjar tubular berfungsi untuk mengeluarkan mukus atau cairan lengket, sedangkan kelenjar gastrik melahirkan asam klorida (HCL) dan pepsin.

5. Empedal (Gizzard)

Empedal atau ampela adalah organ khusus yang terdapat pada ayam dengan bentuknya seperti telur serta berserabut dan juga memiliki otot. Fungsi dari empedal adalah menghancurkan makanan. Ini dikarenakan cara kerja otot empedal yang sangat kuat.

6.Usus Halus (Small Intestine)

Pada usus halus inilah yang dijadikan sebagai tempat untuk memecah senyawa kimia yang ada pada makanan.

7. Usus buntu atau sekum

Usus buntu pada ayam terdiri dari karbohidrat, protein dan juga air serta vitamin A. Fungsi dari usus buntu disini adalah mencerna makanan yang tersusun dari serat kasar.

8.Usus besar (Rectum) atau last intestinum

Ayam juga memiliki usus besar yang letaknya pada bagian paling belakang. Ia berfungsi sebagai penyerapan kembali air agar kandungan air dalam tubuh unggas atau ayam seimbang.

9. Kloaka

Ini adalah saluran akhir yang sangat berhubungan dengan anus. Fungsi dari kloaka adalah lubang untuk melepaskan atau membuang tinja.

Ciri-Ciri Ayam Jantan Dan Betina

Untuk mengetahui mana ayam jantan dan mana yang betina, keduanya memiliki ciri yang berbeda seperti yang diuraikan pada berikut ini.

  • Ayam jantan dikatakan memiliki jalu atau taji yang panjang. Umumnya ada pada bagian kaki atau ceker.
  • Ukuran tubuhnya dikatakan lebih besar.
  • Juga memiliki ekor yang panjang.
  • Jika dibandingkan dengan betina, jengger pejantan dikatakan lebih besar.
  • Sebaliknya pada betina yang tidak memiliki taji atau jalu.
  • Tubuhnya terlihat lebih kecil.
  • Memiliki ekor yang pendek.
  • Jenggernya yang sangat kecil.

Ayam adalah sejenis unggas atau aves bersayap dan berkaki dua yang telah lama dibudidayakan yang memberikan banyak manfaat untuk manusia dengan memanfaatkan telur beserta dagingnya. Ayam juga dianggap sebagai spesies yang gampang sekali untuk dijinakkan sehingga untuk memeliharanya tidak sulit. Bagaimana menurut anda dari penjelasan lengkap mengenai ayam yang ada ditas? Mudah-mudahan saja bermanfaat. Selamat membaca dan sampai nanti.