Top

Pengertian Tumbuhan Lumut: Ciri, Klasifikasi Serta Metagenesisnya

Pengertian Tumbuhan Lumut: Ciri, Klasifikasi Serta Metagenesisnya

Kita tentu pernah melihat batuan ataupun bangunan yang ditumbuhi oleh lumut lumut. Lumut sendiri merupakan salah satu tanaman yang dapat beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya secara cepat, baik didarat, di tempat yang lembab ataupun basah. Mungkin jika kita lihat sekilas tanaman ini merupakan tanaman pengganggu atau parasit. Tetapi sebenarnya tanaman ini jauh berbeda dengan tanaman parasit. Nah untuk lebih jelas mengetahuinya, yuk kita simak saja ulasan dibawah ini. 

Pengertian Lumut

Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Bryophytina. Tumbuhan lumut atau Bryophyta berasal dari bahasa yunani dari istilah “bryon” yang berarti lumut dan “phyton” yaitu tumbuhan. Lumut tersebar hampir diseluruh belahan dunia, terkecuali didalam laut. Lumut mempunyai sel-sel plastid yang dapat menghasilkan klorofil A dan B, sehingga dapat membuat makanan sendiri dan bersifat autotrof.

Lumut adalah anggota kingdom tumbuhan (Plantae) yang paling sederhana yang merupakan bentuk peralihan antara Thallophyta atau tumbuhan bertalus dan Cormophyta atau tumbuhan berkormus. Organisme yang termasuk kedalam plantae ini hampir seluruhnya bersifat autotrof (membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya matahari saat proses fotosintesis.

Tanaman Lumut juga melakukan fotosintesis seperti tumbuhan lainnya sehingga mampu menghasilkan oksigen. Lumut termasuk ke vegetasi perintis karena lumut bisa tumbuh di habitat yang tanaman lain tidak bisa tumbuh. Lumut adalah sebuah divisi tumbuhan yang hidup didarat, yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil (dapat tidak tampak dengan bantuan lensa) dan ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50 cm.

Lumut merupakan peralihan anatara tumbuhan bertalus (belum memiliki akar, batang dan daun sejati) dengan tumbuhan berkormus (sudah memiliki akar, batang dan daun sejati). Lumut tudak berpembuluh dan tidak berakar, namun memiliki rizoid (bulu-bulu akar) sebagai pengganti akar. Melalui rizoid lumut dapat menempel dan menyerap air dan mineral.

Setelah air masuk ketubuh lumut kemudian didistribusikan keseluruh bagian tubuh dengan cara difusi, dengan daya kapilaritas maupun aliran sitoplasma. Hal inilah yang menyebabkan lumut hanya dapat hidup ditempat yang teduh dan dirawa. Lumut tidak dapat tumbuh tinggi dan besar seperti tumbuhan lain, pada umumnya ukurannya tidak lebih 20 cm.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Setiap makhluk hidup mempunyai karakteristik masing-masing. Lumut memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan tumbuhan lain. Diantara ciri-ciri lumut adalah sebagai berikut.

  • Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
  • Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
  • Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
  • Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
  • Dinding sel tersusun atas sellulose.
  • Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
  • Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
  • Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
  • Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.
  • Reproduksi seksual dengan penyatuan gamet. Gamet jantan dihasilkan di dalam arkegonium.
  • Reproduksi aseksual dengan spora dan gemma/kuncup.
  • Habitat di area lembab/basah.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan ini mempunyai enam belas ribu jenis species yang sudah dikenali. Tumbuhan Lumut bisa diklasifikasikan menurut struktur tubuhnya menjadi tiga jenis yakni Lumut Hati (Hepaticeae/Hepaticopsida), Lumut Daun (Musci/Bryopsida) dan Lumut Tanduk (Anthocerotopsida).

Tumbuhan ini adalah tumbuhan darat sejati yang hidup subur di tempat yang lembab dan basah, kecuali satu jenis yang hidup di air yaitu spaghnum. Area penyebaran tumbuhan ini sangatlah luas atau kosmopolit. Berikut merupakan penjelasan dari macam klasifikasi di atas.

1. Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih, dan berlobus. Pada umumnya lumut hati tidak berdaun, misalnya Marchantia dan Lunularia. Namun, ada lumut hati yang berdaun, misalnya Jungermannia. Lumut hati tumbuh mendatar dan melekat pada substrat dengan menggunakan rizoidnya. Lumut hati banyak ditemukan di tanah yang lembap, terutama di hutan hujan tropis. Ada juga yang tumbuh di permukaan air, misalnya Ricciocarpus natans.

Ciri-ciri lumut hati antara lain:

  • Talus berbentuk pita.
  • Berdaging.
  • Berwarna hijau.
  • Tubuhnya tersusun atas struktur berbentuk hati pipih.
  • Reproduksi aksesual dengan sel yang disebut gemma.
  • Siklus hidup mirip dengan lumut daun.
  • Menempel pada permukaan tanah,pohon atau tebing.

2. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)

Anthocerotopsida atau hornwort berbentuk seperti lumut hati, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan mengandung kutikula. Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Setelah sporofìt masak, bagian ujungnya akan terbelah dua. Sporogonium memiliki benang-benang elater yang mengatur pengeluaran spora dan pada kapsulnya terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada yang terletak pada talus yang sama (berumah satu), ada pula yang terletak pada talus yang berbeda (berumah dua).

ciri-ciri

  • Jika di lihat dari hasil analisis asam nukleatnya, tanaman lumut ini ternyata memiliki kekerabatan yang paling dekat dengan tumbuhan berpembuluh atau vaskuler jika dibandingkan dengan tumbuhan lumut kelas yang lain.
  • Mempunyai kemiripan tubuh dengan lumut hati akan tetapi memliki perbedaan yang terdapat pada sporofitnya. Bentuk sporofit lumut jenis ini menyerupai bentuk kapsul yang memanjang seperti tanduk hewan.
  • Letak Rhizoid lumut ini berada di bagian ventral.
  • Gametofit lumut ini berupa talus, lebar dan tipis dengan bagian tepi yang berlekuk.
  • Habitat hidupnya di daerah dengan kelembaban yang tinggi.

Lumut tanduk banyak ditemukan di tepi-tepi sungai dan danau, disepanjang selokan, ditepi jalan yang basah dan lembab. Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros Laevis.

3. Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik. Lumut sejati memiliki perbedaan dengan lumut hati yaitu dari segi dauunya yang tumbuhn pada semua sisi sumbu utama, atau dengan kata lain, daunnya berasal dari pusat tengah lumut tersebut (simetri radial). Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa dan sedikit yang hidup didalam air.

Bryopsida (lumut daun) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Generasi gametofit berupa talus yang bentuknya seperti tumbuhan kecil.
  • Talusnya mempunyai batang semu tegak dan lembaran daun yang tersusun spiral.
  • Daun berfungsi untuk fotosintesis.
  • Pada bagian dasar batang semu terdapat rizoid yang berbentuk seperti benang-benang halus dan berfungsi sebagai akar.
  • Pada bagian pucuk terdapat alat perkembangbiakan generatif berupa anteridium dan arkegonium.
  • Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat sebagai parasit terhadap gametofit. Contoh Bryopsida yaitu Sphagnum sp., Fissident sp., dan Polytrichum sp. Polytrichum sp. merupakan tumbuhan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit.

Metagenesis Tumbuhan Lumut

Lumut merupakan tanaman yang mempunyai habitat hidup daerah yang lembab seperti di sekitar sumur dan batu-batuan. Tanaman lumut di dalam siklus hidupnya akan mengalami beberapa kali pergiliran keturunan atau metagenesis. Metagenesis merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Yunani “meta” berarti perubahan, pergantian.

Sementara “genesis” berarti keturunan. Dengan demikian metagenesis diartikan sebagai suatu siklus pergantian keturunan dari satu fase seksual ke fase aseksual atau sebaliknya.

Metagenesis lumut diawali dengan berkecambahnya spora bila jatuh di daerah yang cocok dengan habitat hidupnya yang kemudian tumbuh menjadi protalium (protonema). Protonema ada yang berhasil tumbuh besar dan ada pula yang tidak berhasil tumbuh hal ini terjadi karena banyak faktor.

Pada protonema atau lumut muda terdapat kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut dewasa (tumbuhan gametofit). Dan pada tumbuhan lumut (gametofit) akan terbentuk alat kelamin betina (arkegonium) dan alat kelamin jantan (anteridium). Alat kelamin betina menghasilkan ovum dan alat kelamin jantan menghasilkan spermatozoid.

Proses pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Embrio ini lalu akan tumbuh menjadi sporogonium atau sporofit. Kemudian sporofit akan membentuk sporogonium yang terdapat spora . Spora akan terkumpul dalam kotak spora (sporangium).

Kemudian spora jika jatuh di tempat yang lembap dan sesuai dengan habitatnya spora akan tumbuh menjadi protonema dan protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut dan begitu seterusnya.

Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut

Lumut digolongkan menjadi talofita (tumbuhan bertalus) karena tidak memiliki daun, batang dan akar sejati (disebut daun semu, batang semu, dan akar semu). Lumut juga tidak memiliki xilem dan floem yang digunakan untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis.

Lumut dapat menyerap air dari seluruh bagian tubuhnya, tidak hanya dari akar semunya yang disebut rhizoid. Air akan diangkut dari sel ke sel secara difusi dan berjalan lambat, oleh katena itu lumut membutuhkan tempat lembab untuk dapat hidup dengan baik. Bryophyta memiliki struktur tubuh sebagai berikut:

1. Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susuna yang berbeda-beda. Jika batang dilihat dari penampang melintang maka akan tampak bagian-bagian berikut:

  • Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjang dan membentuk rhizoid-rhizoid epidermis.
  • Lapisan kulit dalam tersusun atas beberapa lapisan sel yang dinamakan korteks.
  • Silinder pusat terdiri dari sel-sel parenkim yang memanjang untuk mengangkut makanan

2. Daun lumut umunya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun. Sel-sel daun kecil, sempit, panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Diantaranya sel-sel mati yang besar dengan penebalan dinding dalamnya berbentuk spiral. Sel-sel mati ini berfungsi untuk tempat persediaan air dan cadangan makanan.

3. Rizoid atau akar merupakan bagian tanaman yang sangat penting yang dimiliki oleh setiap tanaman. Begitu juga dengan tanaman lumut ini, mereka juga memiliki akar untuk menyerap air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Adapun fungsi dari rizoid selain untuk menyerap air dan mineral adalah untuk melekatkan tubuh lumut di suatu tempat tertentu.

Pada umumnya akar pada lumut ini tersusun atas deretan sel yang cukup panjang, dimana beberapa diantaranya memiliki sekat akan tetapi tidak sempurna. Perlu diketahui bahwa akar yang terdapat pada tanaman lumut ini jenisnya adalah akar serabut sehingga sangat mudah untuk dihilangkan.

4. Pada ujung batang terdapat titik tumbuh titik tumbuh dengan sel pemula dipuncaknya. Sel pemula tersebut umumnya berbentuk bidang empat (tetrader: kerucet terbalik) dan membentuk sel-sel baru ketiga arah menurut sisinya. Ukuran terbatas mungkin disebabkan karena tidak adanya sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai penyokong seperti pada tumbuhan berpembuluh.

Manfaat Tumbuhan Lumut Bagi Manusia

Tahukah anda jika ternyata lumut mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, tumbuhan lumut ternyata mempunyai beberapa kandungan zat-zat yang bermanfaat bagi pengobatan. Ada beberapa jenis dari tanaman ini mempunyai manfaat bagi manusia. Berikut beberapa manfaat yang dapat anda ketahui.

  • Marchantia polymorpha sebagai obat penyakit hepatitis.
  • Sphagnum fimbriatum, S. squamosum, S. acutifolium, S. ruppinense sebagai bahan pengganti kapas.
  • Sebagai bantalan lumut di hutan, mampu menyerap air hujan dan air salju yang mencair.
  • Lumut gambut di daerah rawa sebagai penyubur tanah.
  • Lumut merupakan vegetasi perintis (tumbuhan pionir).

Beberapa jenis tumbuhan lumut dijadikan obat untuk mengatasi beberapa penyakit. Jenis tumbuhan lumut yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan adalah lumut daun dan juga lumut hati. Jenis lumut ini, bisa dijadikan obat untuk membantu kesehatan manusia seperti:

  • Sebagai bahan pembuatan obat kutil 

Hal ini pertama kali di lakukan negara China, dimana pada zaman dahulu lumut di jadikan masyarakat china untuk membuat ramuan tradisional untuk mengatasi penyakit kulit.

  • Bahan pembuatan obat mata

Lumut memiliki sifat yang baik yaitu bisa dijadikan sebagai antibakteri. Sifat inilah yang digunakan oleh dunia medis untuk mengobati beberapa penyakit mata.

  • Sebagai obat Antiseptik

Lumut juga digunakan sebagai zat antiseptik yang membantu membunuh kuman-kuman. Zat antiseptik sering jumpai dalam pembuatan sabun-sabun kesehatan dan juga obat kumur pembersih mulut. Untuk membuat zat antiseptik di butuhkan lumut berjenis frullania tamaricis.

Peranan bryophyta yang lain adalah memperlambat proses erosi, karena daya penyimpanan airnya lebih baik daripada daun yang sudah mati. Sehingga memperlambat air pada permukaan tanah yang cepat dari air hujan. Dan semua manfaat serta peranan lumut ini dapat terjadi karena mereka merupakan tumbuhan yang berkelompok dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik.

Pasti diantara kalian sering menjumpai tanaman satu ini, bahkan sering memegang dan mencoba untuk mengganggunya. Walau terlihat seperti parasit namun sudah tahukan anda bahwa lumut sangat berperan dalam kehidupan manusia.

Tumbuhan lumut terdiri dari sekumpulan tumbuhan kecil. Tumbuhan ini menjadi pelopor sebelum akhirnya ada tumbuhan lain yang tumbuh di tempat tersebut. Walaupun ukurannya kecil, namun tumbuhan ini mampu membuat koloni dan mampu tumbuh menjangkau area yang sangat luas. Untuk itu sekianlah penjelasan mengenai tumbuhan lumut.