Top

Mengetahui Lebih Dalam Tentang Sistem Pakar

Mengetahui Lebih Dalam Tentang Sistem Pakar

Sistem pakar dapat membantu kita untuk menjalani aktifitas sehari-hari sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang kita butuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar telah mengkombinasikan sebagian dari kaidah yang diberikan satu atau lebih pakar dalam bidang-bidang tertentu. Nah, pasti dipikiran kamu saat ini apa sih itu Sistem pakar? Apakah sistem ini memiliki keuntungan dan kerugian kepada sih pengguna? Yuk mari simak ulasan berikut ini.

Apa yang dimaksud dengan “Sistem Pakar”?

 

Sistem Pakar (Expert System) merupakan sebuah program yang ada pada komputer dan didasarkan pada pengetahuan sehingga memungkinkan komputer untuk dapat berfikir serta mengambil keputusan dari satu pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik sehingga dapat digunakan untuk berkonsultasi. Sistem pakar berlaku pada seorang yang bergerak dibidangnya yang berisi tentang fakta-fakta dan heuristik untuk memecahkan sebuah masalah tertentu.

Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah “General Purpose Problem Solver (GPS)” yang dikembangkan oleh Newel & Simon.

Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh “Periset Kecerdasan Buatan” pada dasawarsa (unit waktu yang terdiri dari 10 tahun) sejak tahun 1960 sampai 1970 dan diterapkan secara komersial pada tahun 1980.

Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.

Sistem pakar juga memiliki ciri-ciri, antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki informasi yang handal
  2. Mudah dimodifikasi secara bertahap
  3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
  4. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi
  5. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
  6. Berdasarkan kaidah atau rule tertentu
  7. Sistem pakar dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai dengan dialog pemakai
  8. Keluarannya bersifat anjuran
  9. Pengetahuan dan mekanisme inferensi jelas terpisah

Tujuan Sistem Pakar

Ada beberapa tujuan dari sistem pakar, seperti memindahkan kemampuan (transferring expertise) dari seorang ahli ke dalam komputer, kemudian memindahkannya dari komputer kepada pemakai yang tidak ahli (bukan pakar). Namun, selain itu ada juga beberapa tujuan lainnya yaitu:

  1. Pengetahuan yang ingin diambil, tidak selalu tersedia.
  2. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
  3. Sangat sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi atau menjelaskan langkah mereka dalam menangani sebuah masalah.
  4. Pengguna Sistem Pakar mempunyai batas kognitif yang alami, sehingga mungkin tidak bisa memanfaatkan sistem secara maksimal.
  5. Sistem Pakar bekerja baik untuk suatu bidang yang sempit.
  6. Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk memeriksa, apakah kesimpulannya benar dan masuk akal.
  7. Istilah yang dipakai oleh sistem pakar dalam mengekspresikan fakta sangat terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain.
  8. Pengembangan Sistem Pakar sering kali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan mahal.
  9. Kurangnya rasa kepercayaan terhadap pengguna seperi adanya penghalang untuk menggunakan Sistem Pakar.
  10. Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif.

Proses diatas terdapat empat aktifitas yang meliputi:

  • Akuisi pengetahuan (knowledge acquisition), merupakan kegiatan mencari dan mengumpulkan pengetahuan dari para ahli atau sumber keahlian yang lain.
  • Representasi pengetahuan (knowledge representation), merupakan kegiatan menyimpan dan mengatur penyimpanan pengetahuan yang diperoleh dalam komputer. Pengetahuan tersebut berupa fakta dan aturan yang disimpan dalam komputer sebagai sebuah komponen yang disebut “basis pengetahuan”.
  • Inferensi pengetahuan (knowledge inferencing), merupakan kegiatan melakukan inferensi berdasarkan pengetahuan yang telah disimpan didalam komputer.
  • Pemindahan pengetahuan (knowledge transfer), merupakan kegiatan pemindahan pengetahuan dari komputer ke pemakai yang tidak ahli.

Jenis-jenis Sistem Pakar

Sistem pakar memiliki beberapa jenis yaitu: Interprestasi, prediksi, dianogsis, dan sebagainya. Berikut dibawah ini penjelasannya:

1. Interpretasi

Interprestasi merupakan proses komunikasi yang membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data mentah yang tidak menggunakan simbol-simbol. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dan sebagainya.

2. Prediksi

Prediksi merupakan suatu proses yang memperkirakan akibat dari situasi yang diberikan, seperti prediksi demografi, prediksi ekonomi, dan sebagainya.

3. Diagnosis

Diagnosis merupakan proses yang menentukan atau menyimpulkan kesalahan dari sistem yang berdasarkan gejala sebab malfungsi dalam situasi kompleks, seperti diagnosis medis, elektronis, mekanis, dan sebagainya.

4. Perancangan 

Menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu. Contoh: perancangan layout sirkuit, bangunan.

5. Perencanaan

Perencanaan meripakan proses yang merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentum, seperti perencanaan keuangan, militer, dan sebagainya.

6. Monitoring

Monitoring merupakan proses membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang diharapkan, seperti Computer aided monitoring system.

7. Debugging

Debugging merupakan proses dalam hal yang menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi atau dari kesalaham sistem tersebut, seperti memberikan resep obat terhadap kegagalan.

8. Instruksi

Mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek seperti melakukan instruksi untuk diagnosis, reparasi dan juga debugging.

9. Control

Mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks. Contoh: melakukan kontrol terhadap interpretasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem.

Selain jenis-jenis yang dibahas diatas, sistem pakar terdiri dari dua bagian pokok yaitu: Lingkungan Pengembangan (Development environment) dan Lingkungan Konsultasi (Consultation environment). Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangun sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Sedangkan Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.

Komponen Yang Terdapat Pada Struktur Sistem Pakar

Komponen-komponen yang terdapat dalam struktur sistem pakar sebagai berikut:

  • Antarmuka Pengguna (User Interface)

Antarmuka merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi. Antarmuka juga menerima informasi dari pemakai dan mengubahnya ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh sistem. Selain itu antarmuka menerima dari sistem dan menyajikannya ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai.

  • Basis Pengetahuan

Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah.

  • Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)

Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini, knowledge engineerberusaha menyerap pengetahuan untuk kemudian ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pakar yang dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian, dan pengalaman pemakai.

  • Mesin Inferensi (Inference Engine)

Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah. Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk memformulasikan kesimpulan.

  • Workplace 

Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory), digunakan untuk merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara.

  • Fasilitas Penjelasan

Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar, digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif melalui pertanyaan.

  • Perbaikan Pengetahuan

Pakar memiliki kemampuan untuk menganalisis dan meningkatkan kinerjanya, serta mempunyai kemampuan untuk belajar dari kinerjanya. Kemampuan tersebut adalah hal yangn penting dalam pembelajaran terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisis penyebab kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya dan juga mengevaluasi apakah pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan dimasa mendatang.

Kelebihan dan Kekurangan Dari Sistem Pakar

Sama halnya buatan tuhan, apalagi jika buatan manusia pastinya memiliki kelemahan dan kelebihan tertentu. Dan sama halnya dengan sistem pakar.

  • Kelebihan Sistem Pakar

Secara garis besar, banyak kelebihan yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :

  1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
  2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
  3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
  4. Meningkatkan output dan produktivitas
  5. Meningkatkan kualitas
  6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka)
  7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
  8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
  9. Memiliki reliabilitas
  10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer
  11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
  12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
  13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
  • Kelemahan Sistem Pakar

Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya relatif mahal karena diperlukan banyak data
  2. Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem pakar
  3. Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional
  4. Susah dikembangkan
  5. Membutuhkan waktu yang lama
  6. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar

Semakin canggihnya teknologi maka akan semakin banyak pengeluaran-pengeluaran baru yang berupa perangkat atau sebagainya. Nah, apakah kamu mengerti setelah dibahas mengenai “Sistem Pakar”? Dengan adanya artikel ini bisa dapat menambah wawasan kamu.