Top

Korea Selatan, Salah Satu Negara Maju Dunia Yang Sudah Bangkit “Dari Kemiskinan”

Korea Selatan, Salah Satu Negara Maju Dunia Yang Sudah Bangkit “Dari Kemiskinan”

Keberhasilan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh etos kerja (pola pikir) yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Etos kerja merupakan salah satu kunci sukses sekaligus fondasi untuk mencapai suatu keberhasilan. Dengan tingginya etos kerja suatu bangsa merupakan salah satu akar yang akan membawa suatu negara pada kualitas yang lebih baik terutama pada bidang ekonomi, sehingga pada level yang lebih luas menjadikan suatu Negara menjadi lebih maju. Oleh karena itu etos kerja merupakan sebuah syarat perlu, tetapi belum merupakan syarat cukup untuk mencapai kesuksesan.

Nah, dinobatkan sebagai negara ekonomi paling inovatif di dunia. Hal ini berdasarkan laporan bertajuk 2017 Bloomberg Innovation Index, yang memeringkat berbagai negara dengan menggunakan sejumlah faktor, termasuk anggaran riset dan pengembangan, serta konsentrasi perusahaan publik teknologi tinggi. Bahkan Korea Selatan menempati peringkat pertama, dengan nilai tertinggi dalam hal intensitas riset dan pengembangan, sektor manufaktur bernilai tambah dan aktivitas paten.

Korsel juga menempati peringkat lima besar dalam hal kepadatan teknologi tinggi, pendidikan tinggi, dan konsentrasi peneliti. Berada di peringkat kedua adalah Swedia, yang menunjukkan perbaikan amat berarti dalam metrik manufaktur bernilai tambah. Namun, tahukah anda sebelum berangkat sebagai negara maju, ternyata Korea pernah mengalami hal kesulitan bahkan bisa dikatakan sebagai negara miskin pada era 1950-an.

Pernah Menjadi Negara Miskin

Pada tahun 1950, KOREA SELATAN adalah salah satu negara termiskin di dunia. Sama miskinnya dengan negara-negara termiskin di Afrika dan Asia. Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sempat hancur gara-gara pendudukan Jepang dan Perang Korea. Di awal 1960-an, Korea Selatan masih baru mampu membukukan income (pendapatan) per kapita sekitar 80 dolar per kapita. Tahun 1963, merangkak ke 100 dolar.

Dapat dikatakan bahwa Korea Selatan pun benar-benar miskin sumber daya alam, apalagi akibat kependudukan Jepang yang hampir menduduki sebagian penuh negara Asia pada jaman itu dan perang saudara antara Korea yang melanda, membuat negri ini nyaris hancur.

Dalam beberapa dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin, menjadi salah satu Negara paling kaya dan tercanggih di dunia dengan nilai ekonomi Trilyunan dollar. Di tahun 1995 melonjak menjadi 10.000 dolar. Dan 2007 kemarin, menyentuh angka 25.000 dolar per kapita. Dengan kata lain, pendapatan per kapita Korea naik 235 kali lipat. Sementara Indonesia di tahun yang sama hanya mampu melipatgandakan 31 kali saja, yakni 2.200 dolar per kapita.

Pasti ini bukan hal yang mudah bagi suatu negara dalam membangun dan mempertahankan suatu bangsa, bahkan ditengah-tengah keadaan yang menimpa mereka dalam peperangan antara Jepang dan Korea Utara. Namun siapa yang sangka bahwa dengan cepatnya Korea Selatan berkembang hingga membuat banyak negara bangga akan keberhasilannya. Dibutuhkan strategi besar dalam mengubah semua itu.

Korea Selatan Rencanakan Strategi Besar

Perekonomian Korea Selatan awalnya dibangun dengan membangun industri-industri standar negara berkembang, seperti tekstil, sepatu yang mudah dan ringan. Rupanya, penguasa negeri gingseng ini tak mau setengah-setangah. Segala kebutuhannya telah dipersiapkan sejak dini, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia dan pengetahuan untuk level industri selanjutnya.

Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, dengan nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia. Sementara nilai impornya terbesar kesebelas. Melihat gelagatnya yang terus meningkat, Goldman Sachs memprediksikan Korea di tahun 2050 nanti akan menjadi Negara terkaya nomor 2 di dunia.

Etos kerja bangsa Korea Selatan adalah kerja keras, disiplin, hemat, gemar menabung dan mengutamakan pendidikan. Bisa dibilang, etos kerja bangsa Korea Selatan itu tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan kemajuan yang sangat signifikan bangsa Korea Selatan. Pada tahun 1960-an Negara ini merupakan Negara yang masih dikategorikan Negara miskin dengan pendapatan perkapita kurang dari US$100. Dilihat dari luas wilayahnya Korea Selatan hanya memiliki luas wilayah 1/20 dari luas daratan Indonesia. Dan kalian bisa melihat gambar dibawah ini yang membuktikan kemajuan dari bangsa ini.

Saat ini Korea Selatan termasuk ke dalam jajaran ekonomi volume dagang dunia terbesar ke-11 (2007) dengan pendapatan perkapita pertahun US$20.045 (2007), produk domestic bruto (GDP) US$970 miliar (2007) dan memiliki cadangan devisa sebesar US$ 262,2 miliar (2007). Hebat bangetkan, bahkan bukan hanya itu saja. Korea juga unggul dalam produk elektroniknya.

Produk-produk elektronik Korea, Samsung dan LG telah menguasai dunia. Dari ponsel canggih, televisi plasma, LCD, sampai semikonduktor. LG sendiri sekarang adalah perusahaan pembuat panel plasma terbesar di dunia. Samsung, adalah konglomerat terbesar di dunia, yang hanya kalah oleh General Electric. Industri pembuatan kapal Korea, Hyundai dan Samsung Heavy Industries, adalah yang terbesar di dunia dan mengalahkan Jepang tahun 2004. Hyundai, juga menjadi perusahaan otomotif ke 5 terbesar di dunia.

Sejak awal, strategi besar Korea adalah export oriented. Mereka harus mempersiapkan diri dan berjuang untuk merebut pasar dunia. Ini akibat dari keadaan yang sama seperti Jepang, sumberdaya alam yang sangat terbatas dan pasar dalam negeri yang kecil. Export Oriented. Berjuang keras sejak dini untuk merebut pasar dunia. Yah, negara ginseng ini patut diancungi jempol bahkan tahukah anda bahwa

Sederet Para konglomeratnya seperti, Hyundai, Samsung dan LG juga adalah pejuang yang sangat nasionalis. Mereka pada dasarnya akan berjuang mati-matian menembus pasar dunia demi kemajuan bangsa Korea. Dengan, atau tanpa bantuan dari pemerintah.

Pemerintah memberikan dukungan yang kuat untuk dunia usaha. Infrastruktur, modal yang murah, pajak rendah untuk industri unggulan dan sumberdaya manusia berkualitas tinggi. Birokrasi dibuat super efisien dan berkualitas tinggi. Para birokrat dididik dengan proses belajar dan disiplin kelas dunia. Hanya yang terbaik yang ada dalam birokrasi. Yang tidak efisien, langsung dipotong Tidak ada waktu untuk birokrasi korup. Wah, bagus banget ya guys kalau diterapkan di Indonesia. Pastinya negara kita ini juga sudah maju. Bukan begitu?

Para pemimpin Korea Selatan juga punya visi ke depan dalam penyerapan dan pengembangan teknologi. Setidaknya, inilah salah satu kunci dari semua bangsa-bangsa termaju. Di tahun 1959, pemerintah Korea Selatan sudah mendirikan Korean Atomic Energy Commision. Setahun kemudian, Kementerian Sains dan Teknologi dibentuk. Lalu menyusul Korea Institute of Science and Technology yang dibentuk untuk riset industrial.

Dan setelah itu, proses pembelajaran sains dan teknologi dilakukan secara besar-besaran. Para ilmuwan asing dan segala macam teknologi terbaru dari Barat diserap habis-habisan. Persis seperti Jepang. Riset dan penelitian digalakkan, orang-orang serta badan-badan riset yang unggul diberi dana yang sangat besar oleh pemerintah. Industri-industri dengan potensi pasar masa depan yang besar dianalisis dan dikejar habis-habisan, baik oleh pemerintahnya maupun swasta.

“THE KOREAN BIG SECRET”

Pernahkan kalian bertanya-tanya bagaimana bisa Korea Selatan bisa secepat ini maju? Ternyata dibalik kesuksesan negara Ginseng ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai hal seperti halnya yang sudah dijelaskan diatas bahwa, pemimpin Korea Selatan memiliki visi yakni pengembangan Teknologi dan Sains.

Lalu, bagaimana cara agar bangsa Korea punya kemampuan yang tinggi untuk menyerap sains dan teknologi? Nah, kunci dari itu semua ialah menciptakan manusia-manusia unggul.

Manusia-manusia unggul yang punya kemampuan tinggi dalam menyerap ilmu dan teknologi. Pembangunan manusia-manusia unggul, lewat pendidikan unggul. Pendidikan terbaik di dunia. Sejak lama, pemerintah telah berjuang agar anak-anak Korea memiliki nilai matematika dan sains yang tinggi. Tidak dalam ukuran Korea sendiri, tapi dalam skala global. Jadi sistem pendidikan terbaik di dunia harus dibentuk.

Ahli-ahli pendidikan terbaik di dunia, pakar-pakar sains dan teknologi termaju didatangkan untuk membentuk sistem pendidikan Korea. Berbagai usaha dilakukan agar universitas-universitas di Korea bisa sejajar, dengan Harvard dan MIT, terutama dalam advanced science dan technology. Sejak awal 70-an, walaupun sangat berat, pemerintah telah memberikan lebih dari 20% anggarannya untuk mengakselerasikan proses belajar bangsa itu.

Untuk menciptakan generasi super cerdas. Anak-anak Korea juga didorong untuk belajar ke kampus-kampus paling terkemuka dunia, Harvard, Princeton, MIT. Korea telah berhasil. Tingkat IQ Korea secara nasional adalah yang tertinggi di dunia. Dan anak-anak Korea juga memiliki ranking teratas dalam kemampuan matematika, sains, problem solving, dan membaca dalam peringkat OECD, Organisation for Economic Co-operation and Development.

Pendidikan merupakan tiang puncak kebudayaan dan fondasi utama untuk membangun peradaban sebuah bangsa. Arti penting kesadaran pendidikan menentukan kualitas kesejahteraan sosial lahir batin masa depan. Pendidikan memiliki peranan strategis menyiapkan generasi berkualitas untuk kepentingan masa depan. Tujuan pendidikan Korea Selatan adalah untuk menanamkan pada setiap orang rasa Identitas Nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan Nasional

Nah, guys tak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan ekonomi dan perindustrian Korea Selatan tak terlepas dari bantuan penguasaan bangsa Korea dalam industri manufaktur yang berkembang menjadi riset-pengembangan. Tak hanya itu, penguasaan industri ini didukung penguasaan pasar lokal oleh bangsanya sendiri. Dengan lakunya produk-produk yang diproduksi perusahaan lokal berarti perusahaan lokal akan terus maju dan berkembang menjadi besar bahkan raksasa.

Hal ini berdampak langsung pada penciptaan lapangan pekerjaan. Hasil pertumbuhan industri dan ekonomi digunakan untuk kemakmuran bangsa Korea. Dan pelajaran yang bisa kita ambil dari perkembangan negara ginseng ini ialah, sama-sama berjuang dan membantu dalam membangun dan memajukan bangsa itu sendiri baik dari penguasa hingga pemerintah yang bersih dan bijak. Bahkan beberapa diantara kita juga dapat membantu dengan menjadi masyarakat yang lebih cerdas.

Nah, berikut beberapa kebiasan yang mungkin dapat kita tiru dalam hal kebaikan dari sikap/kebiasaan orang Korea Selatan dalam mencapai kesuksesannya itu.

Mengintip Kebiasaan Baik Orang Korea Selatan

Melesatnya ekonomi Korea Selatan memang membuat dunia kagum. Selepas perang saudara dengan Korea Utara yang berlangsung 1950-1953, Korea Selatan terus bangkit membangun ekonominya hingga menjadi negara maju seperti sekarang ini. Dan berikut beberapa hal baik yang dapat diterapkan baik dalam suatu bangsa ataupun dalam lingkungan bermasyarakat.

1. Sadar Hukum Dan Taat Pada Kewajiban

Masyarakat Korea Selatan tergolong orang yang disiplin dan tertib. Warga dan pemerintah termasuk kompak. Mengapa? Ternyata warga negara dan pemerintahan Korea Selatan sama-sama taat pada hukum dan aturan yang berlaku disana. Kewajiban dan hak juga mereka laksanakan dengan baik, nggak heran kalau negaranya jadi tertib banget.

Ini juga merupakan kunci kesuksesan mereka. Bahkan masyarakat bersifat transparan dan menghindari korupsi. Hal ini diimbangi masyarakat yang selalu mensyukuri, merawat, menjaga, serta melestarikan apa yang diberikan pemerintahnya.

2. Bangsa Yang Gigih

Minimnya sumber daya alam membuat bangsa Korea tidak dimanjakan oleh alamnya. Sebaliknya menghadapi iklim yang ekstrem, orang Korea harus bisa bertahan. Ketekunan yang dimiliki orang Korea berbuah menjadi budaya kerja yang pantang menyerah dan pentingnya sebuah ketekunan untuk menjadi sukses. Korea memiliki kegigihan yang luar biasa dalam berusaha dan tak kenal lelah membangun negara dan bangsanya keluar dari keterpurukan menjadi negara yang sangat maju di dunia.

Orang Korea sudah biasa bekerja 14 – 18 jam sehari, 94 – 126 jam seminggu. Orang Korea dikenal sebagai bangsa yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Bagi mereka waktu bukan hanya uang, emas, ataupun pedang, waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Bahkan tak hanya itu saja, Korea Selatan memiliki kedisiplinan yang luar biasa. Ini dibuktikan dengan banyaknya penduduk Korea Selatan yang bergelar Doktor dan Professor, bahkan hingga tertinggi di dunia. Mereka sadar betul bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik masa depan.

3. Fokus

Mirip sama Jepang, ternyata penduduk Korea Selatan juga suka bekerja keras. Dengan sumber daya alamnya yang terbatas, mereka mau berkorban dan bekerja keras demi memajukan diri dan negaranya. Bahkan mereka disebut dengan masyarakat Korea Selatan yang begitu fokus. Pada saat bekerja, mereka akan bersungguh-sungguh dan pada saat tiba waktu untuk berlibur, mereka memanfaatkan waktu berlibur mereka agar dapat memulihkan energi dan semangat yang nantinya akan kembali optimal pada saat bekerja.

4. Bersatu Padu

Sikap orang Korsel pada saat krisis adalah bersatu padu. Saat terjadi krisis, orang Korsel melakukan gerakan mengumpulkan emas sehingga hanya dalam waktu 3 tahun sudah mampu membayar utangnya pada International Military Found (IMF). Kemudian saat Jepang ingin menduduki Korsel, semua laki-laki di Korsel bersatu menolak rokok dan mengumpulkan uang untuk membayar utang kerajaan, walaupun berakhir dengan kegagalan.

Nah, ini berlaku pada etos kerja yang didisiplinkan pemerintah berdasarkan ajaran Konfusius. Konfusianisme didasarkan pada keyakinan bahwa orang perlu bekerja untuk kebaikan kelompok dan bangsa. Ini mengimplikasikan pandangan bahwa kebutuhan, ambisi dan kekhawatiran pribadi menjadi kurang penting. Filsafat ini sangat memengaruhi dan telah bekerja dengan baik dalam bisnis di Korea. Semangat kerja sebagai tim dan loyalitas pekerja sangat berperan dalam meningkatkan kinerja ekonomi negara itu.

5. Mencintai Produk Sendiri

Ini adalah poin penting yang harus dimiliki setiap masyarakat yang ingin maju negaranya. Masyarakat Korea sangat mengutamakan produk lokal. Dari mulai produk makanan, kain, barang elektronik hingga mobil. Mereka lebih memilih produk Korea daripada produk luar seperti Amerika. Mereka enggan untuk mengimpor barang jika mereka bisa menciptakannya sendiri. Ekonomi dan bisnisnya maju pesat, ini yang bikin mereka sukses. Wah, keren banget patut dicontoh nih guys, ini baru bisa dikatakan sebagai bangsa yang mencintai produknya sendiri.

Melesatnya ekonomi Korea Selatan memang membuat dunia kagum. Tanpa memiliki sumber daya alam seperti minyak atau hutan dan geografisnya yang keras tidak membuat Korea tak bisa apa-apa. Selepas perang saudara dengan Korea Utara yang berlangsung 1950-1953, Korea Selatan terus bangkit membangun ekonominya hingga menjadi negara maju seperti sekarang ini.

Selain menjadi negara maju dan memiliki penghasilan yang baik, ternyata banyak kekaguman yang membuat Korea Selatan begitu disukai banyak masyarakat. Perfiliman serta industri musik yang melejit membuat sejumlah remaja dari berbagai negara jatuh hati akan artis dan aktor Korsel tersebut. Nah, anda sendiri gimana jatuh hatikan dengan negara yang banyak dikagumi remaja wanita ini? Untuk itu demikianlah penjelasan mengenai Kemajuan Korea Selatan.