Top

Hormon Tumbuhan, Pengertian Dan Fungsi Serta Jenisnya

Hormon Tumbuhan, Pengertian Dan Fungsi Serta Jenisnya

Setiap tumbuhan membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Nah, dikatakan mampu untuk memasak makanannya sendiri. Namun tumbuhan tetap memerlukan suatu mekanisme untuk pengaturan tumbuhnya. Pengaturan pertumbuhan ini diperlukan untuk mengontrol kapan waktu yang tepat untuk suatu bagian tumbuhan terus tumbuh dan kapan bagian-bagian yang lain berhenti tumbuh.

Seperti halnya bagaimana buah tahu kapan ia harus jatuh? Buah-buahan tidak meninggalkan pohon mereka sampai tiba waktu yang tepat. Benih matang dan buah sudah matang, tapi siapa yang memberitahu buah kapan saatnya untuk jatuh? Sinyal yang dikirimkan melalui pohon adalah jenis hormon. Dimana hormon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

 Pengertian Hormon Tumbuhan

Hormon merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Hormon tanaman dapat didefinisikan sebagai senyawa organik tanaman yang bekerja aktif dalam jumlah sedikit, ditransportasikan ke seluruh bagian tanaman sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan atau proses-proses fisiologi tanaman. Hormon tumbuhan atau fitohormon dihasilkan di dalam tubuh tumbuhan, namun dipengaruhi oleh kondisi dari luar tumbuhan.

Tumbuhan tidak bisa bergerak, tetapi itu tidak berarti mereka tidak merespon lingkungan mereka. Tumbuhan dapat merasakan gravitasi, cahaya, sentuhan dan perubahan musim. Sebagai contoh, Anda mungkin telah memperhatikan bagaimana tumbuhan rumah membungkuk ke arah jendela yang terang. Tumbuhan dapat merasakan dan kemudian tumbuh ke arah sumber cahaya. Para ilmuwan mengatakan bahwa tumbuhan mampu merespon “rangsangan,” atau sesuatu-biasanya di lingkungan yang menghasilkan tanggapan. Sebagai contoh, cahaya adalah stimulus dan tumbuhan bergerak menuju cahaya adalah “respon.”

Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau ujung akar) atau dalam tahap perkembangan pesat (buah yang sedang dalam proses pemasakan). Transfer hormon dari satu bagian ke bagian lain dilakukan melalui sistem pembuluh (xilem dan floem) atau transfer antarsel.

Tumbuhan tidak memiliki kelenjar tertentu yang menghasilkan hormon. Fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh. Dan berikut dibawah ini akan saya uraikan beberapa jenis hormon pada tumbuhan.

Jenis-jenis Hormon Tumbuhan dan Fungsinya

Hormon adalah pembawa pesan khusus bahan kimia yang membantu organisme, termasuk tumbuhan, menanggapi rangsangan di lingkungan mereka. Agar tumbuhan menanggapi lingkungan, sel-sel mereka harus mampu berkomunikasi dengan sel lainnya. Hormon mengirim pesan di antara sel-sel. Hewan, seperti manusia juga memiliki hormon, seperti testosteron atau estrogen, untuk membawa pesan dari sel ke sel. Baik dalam tumbuhan dan hewan, hormon melakukan perjalanan dari sel ke sel dalam menanggapi rangsangan; mereka juga mengaktifkan respons spesifik. Ada beberapa jenis hormon yang ada dalam tumbuhan yang memiliki peran mereka masing-masing.

1. Hormon Auksin

Auksin adalah kelompok hormon yang mengatur pertumbuhan tanaman. Auksin terutama merangsang pemanjangan sel pada batang dan penghambatan pada akar. Auksin merupakan salah satu hormon yang ada pada tumbuhan. Hormon yang satu ini biasanya ditemukan pada akar, ujung batang dan pembentukan bagian bagian bunga.

Hormon pertumbuhan yang pertama kali ditemukan dan ditemukan oleh Frits Went (1863-1935) pada tahun 1928 merupakan ahli botani Belanda yang mengatakan bahwa tidak mungkin terjadi pertumbuhan tanpa adanya zat tumbuh. Jenis hormon auksin pada tumbuhan yang telah dapat diekstraksi adalah asam indol asetat atau IAA. Auksin memiliki tempat sintesis pada meristen apikal seperti pada ujung batang (tunas), daun muda, dan kuncup bunga.

Fungsi hormon auksin:

  1. Membantu proses tumbuhnya batang juga pada bagian akar.
  2. Membantu proses pembelahan pada sel tumbuhan.
  3. Mematahkan dominansi apikal atau pucuk. Hal ini merupakan sebuah kondisi dimana pucuk tanaman atau bisa pula akar tanaman tidak lagi dapat berkembang.
  4. Mempercepat proses perkecambahan, dominansi benih akan dipatahkan oleh auksin serta merangsang perkecambahan benih pada tanaman.
  5. Meningkatkankan kuantitas panen dapat dilakukan dengan cara perendaman benih dengan hormon auksin.
  6. Mempercepat proses pematangan buah.
  7. Merangsang kambium dalam pembentukan jaringan xilem dan floem.
  8. Menghambat terjadinya kerontokan buah.
  9. Menghambat terjadinya kerontokan pada daun.
  10. Pembantu proses pembuahan pada tumbuhan tanpa dibarengi dengan penyerbukan atau yang sering juga disebut dengan partenokarpi.
  11. Menjaga keelastisan dinding sel.
  12. Pembentukan sel dinding primer.

2. Hormon Giberelin

Giberelin atau Asam Giberelat (GA), merupakan suatu hormon yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari Gibberella Fujikuroi atau Fusarium moniliforme, aplikasi yang dapat memicu munculnya pertumbuhan bunga dan pembungaan secara bersamaan (Seperti GA3 yang tergolong di hormon perangsang pertumbuhan golongan gas.

Selain itu hormon giberelin merupakan salah satu hormon yang sangat berperan pening dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Hormon giberelin ialah zat yang didapat dari salah satu jenis jamur yang hidup sebagai suatu parasit pada tanaman padi di Jepang. Jamur itu disebut Gibberella fujikuroi.

Fungsi hormon giberelin :

  1. Membantu pertumbuhan tunas embrio.
  2. Membantu perkecambahan embrio.
  3. Membantu merangsang pembentukan enzim amylase, maltase dan pemecah protein.
  4. Membantu pembentukan biji.
  5. Munculnya buah tanpa biji.
  6. Mampu memecah senyawa amilum untuk menghasilkan senyawa glukosa.
  7. Meninggikan tumbuhan kerdil menjadi tumbuhan normal.
  8. Membantu dalam proses pembentukan biji.
  9. Merangsang serbuk sari atau polen.
  10. Membantu memperbesar ukuran pada buah.
  11. Membantu merangsang pembentuka bunga.
  12. Membantu menghentikan masa dorminasi biji (kebalikan hormone sitokinin).
  13. Dengan konsentrasi rendah, tidak merangsang pembentukan akar.
  14. Dengan konsentrasi tinggi, bisa merangsang pembentukan akar.
  15. Membantu pembentukan bunga.
  16. Membantu mempercepat pertumbuhan.

3. Hormon Etilen

Hormon Etilen merupakan hormon yang diproduksi dari metabolisme tanaman. Hormon ini ditemukan dalam tanaman dan kadang disebut dengan gas etilen. Gas etilen tidak berwarna namun mudah menguap. Etilen secara luas digunakan dalam industri kimia dan diproduksi secara global. Etilen juga sangat penting sebagai hormon alami tumbuhan, digunakan dalam pertanian untuk mematangkan buah.

Entilen buatan ini yang sering digunakan oleh para pedagang untuk mempercepat proses pematangan buah. Buah dikemas saat belum masak dan diangkut oleh pedagang. Saat akan diperdagangkan buah tersebut baru diberikan etilen sehingga buah yang tadinya belum masak dapat cepat masak. Hal ini dapat mencegah buah yang didistribusikan membusuk jika dibawa dalam keadaan matang.

Sejak zaman kuno Etilen dimanfaatkan untuk membantu pematangan buah misalnya pada zaman Mesir kuno, atau Cina kuno yang digunakan untuk pematangan buah pir. Para ilmuwan kemudian menemukan dampak lain dari penggunaan etilen seperti membuat akar menjadi mengecil dan menyebabkan kerontokan pada tumbuhan.

Fungsi Hormon Gas Etilen :

  1. Mempercepat dalam pematangan buah.
  2. Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kukuh.
  3. Memacu hormon lain dalam menimbulkan reaksi tertentu.
  4. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.
  5. Induksi sel kelamin betina pada bunga.
  6. Merangsang terjadinya pemekaran bunga.
  7. Mengakhiri masa dormansi.
  8. Pembentukan akar adventif.

4. Hormon Sitokinin

Merupakan hormon yang juga diproduksi oleh tumbuhan. Sama seperti auksin dan giberelin, hormon ini pun mempunyai pengaruh besar terhadap proses dan laju pertumbuhan tanaman. Penemuan sitokinin terjadi ketika para ilmuwan sedang meneliti senyawa kimia yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel di dalam kultur jaringan.

Hormon sitokinin diketahui sebagai agen yang mampu merangsang pembelahan sel, oleh karena itu kata sitokinin diambil dari istilah sitokinesis yaitu pembelahan sel. Dari berbagai jenis sitokinin pada tumbuhan, zeatin (berasal dari kata zea mays = jagung) adalah yang paling umum. Sitokinin akan berkerja sama dengan hormon lain untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan sel. Sitokin tersebut dapat diperoleh pada suatu ragi santan kelapa, ekstrak buah apel serta juga pada jaringan tumbuhan yang membelah.

Kinerja sitokinin selalu dibantu dengan auksin. Jika hanya ada sitokinin tanpa auksin maka tidak dapat terjadi perangsangan terhadap proses pembelahan sel. Namun jika sitokinin bekerja bersama auksin maka akan merangsang terjadinya pembelahan dan diferensiasi sel.

Fungsi Hormon Sitokinin (Kinetin)

  1. Mengatur pembentukan bunga dan buah.
  2. Membantu proses pertumbuhan akar dan tunas pada pembuatan kultur jaringan.
  3. Memperkecil dominansi apikal dan juga dapat menyebabkan pembesaran daun muda.
  4. Merangsang pembelahan sel dengan cepat.
  5. Kombinasi dengan hormon auksin dan giberelin dapat memberikan pertumbuhan normal bagi tumbuhan yang kerdil.
  6. Memperlambat terjadinya pengguguran daun, bunga dan buah pada tumbuhan karena terjadi peningkatan transport makanan.

5. Hormon Asam Traumalin (Hormon Luka)

Asam traumalin merupakan hormon hipotetik, yaitu gabungan beberapa aktivitas hormon yang ada (auksin, giberelin, sitokinin, etilen dan asam absisat). Apabila tumbuhan mengalami luka atau perlukaan karena gangguan fisik, maka akan segera terbentuk kambium gabus. Pembentukan kambium gabus itu terjadi karena adanya pengaruh hormon luka (asam traumalin).

Asam traumalin merupakan zat yang dapat merangsang pembelahan sel-sel tumbuhan lebih cepat pada bagian yang terbuka atau terluka. Asam ini berangsur-angsur menutupi luka itu dan memperbaiki tubuh tumbuhan yang rusak melalui daya regenerasi pada jaringan-jaringan yang rusak. Kemampuan regenerasi sel dan jaringan inilah yang menyebabkan asam traumalin sering disebut sebagai hormon penyembuh luka.

Sebenarnya, peristiwa ini merupakan hasil kerja sama antarhormon pada tumbuhan yang disebut restitusi (regenerasi). Awalnya, luka pada tumbuhan akan memacu pengeluaran hormon luka yang kemudian merangsang pembentukan kambium gabus. Pembentukan kambium gabus dilakukan oleh hormon giberelin. Selanjutnya, karena pengaruh hormon sitokinin, terbentuklah sel-sel baru yang akan membentuk jaringan penutup luka yang disebut kalus.

Fungsi Hormon Asam Traumalin

  1. Meregenerasi sel jika tumbuhan mengalami kerusakan jaringan

6. Hormon Absisat

Pada dasarnya tanaman memproduksi asam abisat. Tetapi, tanaman semisal alga hijau juga dapat memproduksi asam abisat dalam kadar yang cukup tinggi. Asam abisat memiliki cara kerja berlawanan dengan hormon yang lain. Saat pertumbuhan biji kecambah, asam abisat diikat oleh hormon giberelin sehingga menjadi tidak aktif.

Ketika asam abisat tidak aktif, maka tunas kecambah muncul. Percikan air di bibit tunas kemudian menyingkirkan asam amino serta akan memicu hormon gibirelinnya keluar. Asam abisat biasanya diproduksi pada daun, batang, buah serta akar. Manfaat utama dari hormon ini yaitu mencegah pertumbuhan dan juga menutup stomata. Asam abisat disebarkan pada tumbuhan secara alami oleh parenkim juga xylem floem.

Asam abisat dapat dihasilkan dari terjadinya proses metabolisme tanaman saat berkembang. Hormon ini memiliki fungsi dalam proses terjadinya penuaan daun. Asam abisat juga dapat memicu dormansi biji serta menjaga tunas agar bisa berkecambah pada musim yang telah direncanakan.

Fungsi Hormon Asam Absisat :

  1. Menghambat perkecambahan biji.
  2. Mempengaruhi terjadinya dormansi pada kuncup.
  3. Menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel.
  4. Membantu tumbuhan dalam mengatasi tekanan pada lingkungan yang kurang baik.
  5. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian.

7. Hormon Kalin

Kalin merupakan hormon yang dihasilkan oleh tumbuhan pada jaringan meristem. Hormon jenis kalin ini dibedakan lagi menjadi 4 di antaranya:

  1. Rhizokalin, merupakan hormon yang dapat memacu pertumbuhan pada akar.
  2. Kaulokalin, merupakan hormon yang dapat memacu pertumbuhan pada batang.
  3. Fitokalin, merupakan hormon yang dapat memacu pertumbuhan pada daun.
  4. Anthokalin, merupakan hormon yang dapat memacu pertumbuhan pada bunga.

Fungsi setiap hormon kalin diatas berperan dalam pembentukan organ dimana dia berada. Contoh hormon Antokalin artinya bersama dengan hormon lain seperti sitokinin dan auksin merangsang pembentukan bunga.

Tumbuhan layaknya pula seperti manusia. Mereka hidup dengan di topang banyak hormon untuk membantu perkembangannya. Hormon di sini bekerja untuk membuat tanaman lebih peka terhadap rangsangan fungsi cahaya matahari atau menumbuhkan akar lateral, melebatkan buah juga bisa saja berguna untuk membuat tinggi tanaman tersebut.

Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.