Top

Berbagai Macam Jenis Solder Beserta Bagian-Bagiannya

Berbagai Macam Jenis Solder Beserta Bagian-Bagiannya

Untuk memperbaiki sebuah alat elektronika pasti membutuhkan beberapa peralatan. Dan salah-satu peralatan yang sering digunakan dalam memperbaiki barang elektronika sebut saja Solder. Bagi anda yang mungkin bekerja dalam bidang reparasi berbagai macam elektronik sudah tentunya terbiasa dengan yang namanya solder. Jika sedang berbicara mengenai solder, banyak hal yang dapat kita pelajari seperti yang ada dibawah ini.

Solder yang dimaksudkan disini adalah suatu alat yang biasa digunakan dalam memperbaiki berbagai macam alat elektronika dengan melelehkan timah agar tertempel pada kaki transistor serta beberapa macam komponen lainnya. Untuk memperbaiki peralatan elektronika, melakukan teknik penyolderan adalah langkah dasar yang biasa dilakukan.

Jenis-Jenis Solder

Sesuai apa yang menjadi kebutuhan dalam memperbaiki alat elektronika, solder memiliki berbagai macam jenis yang berbeda yaitu:

1. Solder jenis biasa

Ini adalah salah-satu jenis solder yang tersebar luas dipasaran dimana harga jualnya terbilang cukup murah. Jika ingin digunakan, tidak memerlukan keterampilan khusus karena sangat mudak untuk digunakan bahkan orang awam sekalipun. Sesuai dengan kegunaannya, seperti yang disebutkan dimana kemampuannya bisa menyambungkan berbagai komponen.

Dari penjelasannya yang ada diatas, solder jenis ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari jenis solder ini diantaranya adalah:

  • Jika dibandingkan dengan jenis solder yang lainnya, solser biasa dikatakan dapat dibeli dengan harga yang cukup murah.
  • Jenis solder yang satu ini dikatakan tidak memakan banyak arus listrik kerena daya listrik yang dimilikinya lebih kecil.
  • Apabila mengalami kerusakan, sangat mudah untuk diperbaiki karena setiap komponennya terbilang sederhana.

Dari beberapa kelebihannya yang telah disebutkan diatas, ternyata penggunaanya menyimpan beberapa kekurangan seperti:

  • Sangat rentan mengalami gangguan seperti kejutan listrik
  • Sering terjadi atas ketidakmampuannya dalam melelehkan timah.
  • Tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam memperbaiki setiap komponen elektronik berjenis SMD.

2. Solder Uap

Selain dari jenis solder yang biasa, ada juga jenis yang lainnya seperti solder uap. Sesuai dengan namanya, solder ini bekerja dengan menggunakan udara maka disebut sebagai solder uap.

Saat ingin menggunakan solder tersebut, alangkah baiknya mencari tahu aturan penggunaannya. Pentingnya untuk anda ketahui seperti tingkat panas yang berasal dari mata solder serta tekanan udara yang dikeluarkan. Asalkan anda tahu, kedua aturan tersebut dikatakan saling berhubungan satu sama lain.

Begitu juga dengan solder uap memiliki beberapa kelebihan serta kekurangan dimana kelebihan dari solder uap ini adalah:

  • Tidak seperti dengan jenis solder biasa dimana solder uap dikatakan bisa dipergunakan dalam memasang perangkat elektronik berjenis SMD.
  • Dengan hasil panasnya yang sangat tinggi, timah dapat dilelehkan walaupun memiliki penampang yang tebal.

Dari kelebihannya, pasti ada kekurangan yang diantaranya adalah:

  • Jika dibandingkan dengan yang lainnya, jenis ini dikatakan biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal.
  • Apabila mengalami kerusakan, sangat sulit untuk memperbaikinya.
  • Memakan daya yang cukup besar.

3. Solder yang dilengkapi pengontrol suhu

Secara umum, ada tiga jenis solder yang berbeda dan jenis solder yang terakhir adalah solder yang dilengkapi dengan pengontrol suhu. Kelebihan dari jenis solder yang satu ini walaupun telah digunakan dalam waktu yang lama dikatakan suhunya akan tetap stabil. Ini tidak akan berpengaruh walaupun mengalami ketidakstabilan tegangan. Suhunya yang stabil merupakan sebagai pendukung umur dari solder itu sendiri.

Bagian-bagian dari solder

Solder dikatakan terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dilewatkan. Seperti apakah bagian dari solder tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Elemen pemanas

Pada setiap solder pasti memiliki sebuah elemen pemanas yang dianggap sebagai penentu terhadap tinggi suhu dari solder itu sendiri. Apabila tegangan yang dihasilkan semakin besar, maka suhu yang akan dihasilkan akan semakin tinggi. Elemen pemanas tergantung dari besarnya daya sesuai dengan kebutuhan.

Ini dapat dicontohkan saat melakukan penyolderan pada IC (Integrated Circuit). Daya pada elemen pemanas yang terbesar biasanya 30 watt. Besarnya tegangan yang menghasilkan suhu semakin besar bisa menimbulkan kerusakan pada IC.

2. Besi solder

Bagian solder yang berikutnya adalah besi solder atau solder tip. Bagian inilah yang disebut-sebut sebagai penghantar panas kepada elemen pemanas. Besi solder yang berfungsi sebagai penghantar panas dimana bahan pada besi tersebut diakui baik dalam melakukan tugasnya. Panas yang akan dihasilkan dikatakan terkumpul pada ujung besi dan pada daerah tersebutlah pelelehan timah dilakukan. Pada ujung besi tersebut juga terdiri dari bahan anti lengket dan juga karat yang bertujuan supaya mudah dibersihkan sehabis dipakai.

3. Gagang solder

Bagian solder yang terakhir adalah gagang solder. Pentingnya untuk anda ketahui, secara umum gagang solder dikatakan terbuat dengan bahan plastik yang bercampur dengan bahan khusus sehingga ketahanannya terhadap panas tidak diragukan lagi. Dari ketahanan gagang solder tersebut sangat terpengaruh dengan harganya yang mahal karena tidak semua solder menggunakan bahan yang tahan akan panas.

Cara Menggunakan Solder Dengan Benar

Bagi anda yang ingin menggunakan solder dan baru pertama kalinya, pasti sedikit membingungkan buikan? Jangan larut dengan kebingungan anda karena disini akan memberitahukan kepada anda bagaimana untuk menggunakan solder dengan baik dan benar.

  • Sebelum ingin menggunakannya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah lebih dulu mencolokkan pada arus listrik dan kemudian dengan membiarkannya beberapa menit hingga bagian ujung pada solder tersebut panas. Untuk menandakan sudah panas atau belum, jangan dipegang dan langsung saja menggunakan timah. Jika timah tersebut meleleh, artinya solder sudah panas.
  • Kemudian dengan menyiapkan tempat solder. Ini juga penting untuk dilakukan karena solder tidak selalu dipegang. Mengapa membutuhkan tempat solder? Selain tempat meletakkan solder, juga bisa menghindarkan solder mengenai barang lain sehingga tidak menimbulkan kesalahan.
  • Selanjutnya menyiapkan timah. Untuk mendapatkan timah, bisa kita beli pada toko perlengkapan elektronik. Setelah tima didapatkan, mulailah melakukan penyolderan. Cara melakukannya adalah dengan menempelkan timah pada bagian ujung solder hingga timah meleleh. Kemudian lelehan timah tersebut diletakkan pada komponen.
  • Pada saat ingin menyolder, memegang solder juga bagian penting yang harus diperhatikan. Memegang solder yang benar adalah dengan memegang bagian atasnya yang terhindar dari panas serta posisi pegangnyapun seperti ingin menulis seperti gambar yang ada dibwah ini.
  • Peran sedot timah juga tidak kalah penting saat melakukan penyolderan. Apabila melakukan kesalahan dalam menyolder, sedot timah dapat digunakan untuk mengangkat kembali timah yang telah menempel.
  • Pada bagian paling ujung solder yang disebut sebagai mata solder dimana mata solder tersebutlah yang dijadikan sebagai tempatnya melelehkan timah. Setelah menggunakannya, disarankan untuk kita membersihkan mata solder tersebut dengan tujuan agar sisa pelelehan tima tidak akan mengganggu jika solder kembali digunakan. Untuk membersihkannya, biasanya menggunakan serabut aluminium yang biasa digunakan dalam mencuci piring.

Peralatan yang dibutuhkan pada waktu menyolder

Pada saat ingin menyolder, ada beberapa peralatan yang sangat diperlukan. Apa saja peralatan tersebut? Berikut uraiannya.

  • Timah solder. Ini adalah salah-satu alat yang sangat diperlukan dan dianggap sebagai alat utama pada setiap menyolder. Tanpa adanya timah, maka tidak bisa melakukan penyolderan.
  • Multitester atau Multimeter. Pada umumnya, multimeter dianggap sebagai suatu alat yang dapat mengukur beberapa perlengkapan listrik. Dan ini juga sangat dibutuhkan sekali dalam mengukur atau memeriksa komponen yang akan disolder.
  • Penjepit atau tang. Tang merupakan alat yang secara umum dapat digunakan dalam berbagai bidang. Ini juga penting adanya pada setiap penyolderan dimana tang digunakan untuk menjepit kaki komponen elektronika yang akan disolder.
  • Penghisap solder. Peralatan lainnya yang juga sangat dibutuhkan adalah Penghisap solder. Alat ini biasa digunakan pada saat adanya kesalahan yang terjadi dalam menyolder. Alat tersebut berfungsi sebagai mengambil kembali cairan tima yang telah tertempel.
  • Dudukan solder. Seperti apa yang kita ketahui, solder dapat digunakan pada saat panas. Dalam keadaan panas, untuk terhindar dari hal yang tidak diinginkan, biasanya soder yang panas diletakkan pada tempatnya yaitu dudukan solder.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli solder

Bagi anda yang tidak memiliki solder dan ingin membelinya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan seperti berikut ini.

  • Tegangan. Sebelum anda membeli solder, sebaiknya lihat tegangan yang dihasilkannya. Secara umum, tegangan solder ada yang mencapai 220-240V dan ada juga yang bertegangan 12-48V dengan arus listrik yang dipakai hingga 3 sampai 4 A.
  • Daya atau Watt. Umumnya, solder yang biasa digunakan oleh teknisi dengan daya rata-rata adalah berkisar 30-40 watt bahkan lebih. Disini disarankan untuk kita semua sebaiknya membeli solder dengan ukuran daya sekitar 30 hingga 40 watt saja.
  • Perlindungan Anti-statis. Apabila anda sedang melakukan penyolderan terhadap beberapa komponen seperti IC berjenis CMOS, maka solder yang cocok digunakan adalah jenis solder yang terdiri dari anti statis atau solder yang dilengkapi dengan pengontrol suhu.

Cara Merawat Solder

Untuk anda yang telah lama memiliki solder, pastikan solder yang anda memiliki terawat dengan sangat baik. Dalam merawat solder supaya umurnya panjang, ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti:

  • Agar solder yang anda memiliki terawat, usahakan kabel pada solder tersebut tidak dekat atau bahkan mengenai solder yang panas, apabila mengenai kabel, maka kabel akan terkelupas. Supaya terhindar dari masalah tersebut, ini bisa diatur dengan memposisikan kabel dengan tepat.
  • Setelah selesai menggunakan solder, jangan lupa untuk membersihkan mata solder. Membersihkan mata solder juga bisa dilakukan dengan kain yang basah asalkan dengan gerakan yang cepat. Jika tidak seperti itu, bisa mengakibatkan kain terbakar dan malah memperparah kondisi.
  • Apabila penggunaan solder selesai, sebaiknya jangan simpan solder dalam keadaan panas dan sebaliknya hendaknya membiarkannya hingga dingin. Setelah solder dingin, barulah kita merapikan kabelnya dan jangan biarkan kabel begitu saja karena bisa menyebabkan kabel tersebut mengalami masalah.
  • Pada saat menggunakan solder, ada anjuran sebaiknya menggunakan arpus atau krim khusus supayaa pa yang dilakukan berjalan dengan lancar.
  • Secara khusus solder diciptakan hanya untuk melelehkan timah dan tidak bisa digunakan untuk hal lain. Intinya disini jangan menggunakan solder dengan tidak tepat.
  • Usahakan solder tidak terjatuh, apabila ini terjadi, bisa saja mengalami masalah pada elemem solder.

Dari penjelasan yang ada di atas mengenai cara merawat solder, disamping itu ada beberapa hal yang perlu dihindari yaitu:

  • Walaupun dianjurkan untuk membersihkan yang namanya mata solder, akan tetapi ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan alias tidak diperbolehkan menggunakan pisau untuk membersihkan mata solder. Jika dilakukan, maka akan mengalami pengikisan lapisan terluar mata solder tersebut.
  • Sebaiknya solder jangan diletakkan atau disimpan dengan sembarangan terlebih lagi pada saat masih panas. Sangat dianjurkan menyimpannya pada tempat yang tahan akan panasnya solder.
  • Jangan menggunakan solder untuk setiap komponen yang kotor atau adanya karatan karena bisa mengakibatkan kotornya pada mata solder sehingga kegunaannya tidak sepenuhnya sempurna.
  • Hindarkan menggulung kabel solder terlalu ketat karena memberikan dampak negatif pada kabel itu sendiri.

Solder adalah suatu alat yang biasa digunakan dalam memperbaiki berbagai macam alat elektronika dengan melelehkan timah agar tertempel pada kaki transistor serta beberapa macam komponen lainnya. Untuk memperbaiki peralatan elektronika, melakukan teknik penyolderan adalah langkah dasar yang biasa dilakukan.

Sampai disini dulu ya guys, semoga bermanfaat.