Top

Memahami Penjelasan Mengenai “Apa Itu Pengangguran?”

Memahami Penjelasan Mengenai “Apa Itu Pengangguran?”

Jumlah angkatan kerja yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan peningkatan jumlah kesempatan kerja akan menimbulkan pengangguran. Pengangguran merupakan masalah ekonomi makro yang selalu terjadi dalam suatu negara, khususnya di Negara Indonesia. Pengangguran di negara Indonesia semakin hari semakin bertambah.

Namun, belum ada solusi yang tepat dalam menangani masalah Pengangguran ini. Apabila masalah pengangguran ini tidak segera diselesaikan, maka akan muncul masalah baru yang semakin hari semakin meluas serta berdampak buruk bagi kehidupan individu masyarakat, keluarga dan juga masyarakat secara umum.

Nah, pastinya anda sudah paham dong dengan istilah pengangguran? Namun apakah kalian tahu pengertian serta penyebab pengangguran itu sendiri apa? Untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengangguran, kita simak secara bersama ulasan dibawah ini.

Apa Itu Pengangguran?

Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali atau sedang dalam mencari kerja. Istilah pengangguran pada dasarnya berasal dari kata “menganggur” yang artinya tidak melakukan apa pun sama sekali.

Jika diartikan dari asal katanya maka arti kata pengangguran adalah setiap orang yang tidak melakukan apa pun sama sekali di bidang pekerjaan (setiap kegiatan yang menghasilkan uang).

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah yang diberikan untuk orang yang sama sekali tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari 2 hari dalam seminggu atau orang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pengangguran salah satu permasalahan yang ada hubungannya dengan kegiatan perekonomian, hubungan kemasyarakatan dan juga permasalahan kemanusiaan.

Kebanyakan orang kehilangaan pekerjaan berarti penurunan standar kehidupan dan rekanan psikologis. Jadi tidaklah mengejutkan jika pengangguran menjadi topik yang sering dibicarakan dalam perdebatan politik dan para politis sering mengklaim bahwa kebijakan yang mereka tawarkan akan membantu menciptakan lapangan kerja.

Masalah pengangguran ini terkait dari beberapa aspek misalnya adalah kriminalitas, tinggi rendahnya pertumbuhan pembangunan dalam aspek ekonomi.

Jenis-Jenis Pengangguran

Di Indonesia sendiri, pengangguran adalah masalah serius yang sejauh ini belum menemukan solusi yang tepat untuk menanggulanginya. Terlepas dari itu semua, pengangguran dibagi beberapa jenis.

1. Pengangguran Berdasarkan Jam Kerja

  • Pengangguran terbuka (open unemployment)

Adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari kerja (Subri, 2003:60). Atau penduduk usia kerja yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan.

Yang sudah pernah bekerja karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha memperoleh pekerjaan, yang dibebastugaskan baik akan dipanggil kembali atau tidak tetapi sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.

  • Setengah pengangguran (underemployment)

Adalah orang yang bekerja kurang dari jam kerja normal (35-40 jam per minggu), bekerja tetapi produktivitasnya rendah dan bekerja tidak tidak sesuai antara keahlian dengan pekerjaannya.

  • Pengangguran Terselubung

Pengangguran terselubung adalah kondisi pengangguran dimana seseorang yang telah bekerja tetapi pekerjaannya tersebut belum sesuai dengan keahlian dan bakat orang tersebut.

2. Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

Pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yakni;

  • Pengangguran Teknologi

Disebabkan adanya modernisasi ataupun kemajuan teknologi dalam berproduksi, misalnya : pabrik yang dulu menggunakan tenaga kerja manusia diganti dengan mesin mesin, akibatnya mengurangi tenaga kerja manusia.

Cara mengatasi : Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi di sekolah. Pengenalan teknologi sejak dini Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi.

  • Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural terjadi ketika adanya perubahan dalam sektor ekonomi yang menciptakan ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pengusaha. Misalnya saja penggantian tenaga kerja buruh dengan mesin dan teknologi canggih yang banyak terjadi di pabrik.

Resesi yang panjang sering menciptakan jenis pengangguran struktural. Pekerja yang menganggur terlalu lama perlahan akan kehilangan keterampilan mereka dan kondisi ini menyebabkan peningkatan pengangguran alami yang lebih tinggi.

  • Pengangguran Siklus

Pengangguran siklus adalah jenis pengangguran yang terjadi disebabkan oleh siklus konjungtur suatu negara yang mengalami resisi atau depresi perekonomian yang menyebabkan penghentian tenaga kerja akibat menurunnya permintaan barang dan jasa.

Apabila permintaan barang dan jasa menurun maka pengusaha akan memperkecil jumlah produknya sehingga menyebabkan banyak tenaga kerja yang dikeluarkan.

  • Pengangguran Musiman

Nah, ada juga yang mengatakan dengan istilah pengangguran musiman. Hal ini disebabkan adanya pergantian (perubahan) musim, biasanya terjadi di daerah pertanian, misalnya : petani yang menunggu musim panen, maka ia akan menganggur untuk sementara waktu

Adapun untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan, pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain dan melakukan pelatihan keterampilan tenaga kerja di waktu luang bahkan mengadakan pelatihan kerja.

  • Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional terjadi ketika seorang karyawan resign namun belum mendapatkan pekerjaan baru. Umumnya karyawan resign karena alasan pribadi mereka, seperti pindah rumah atau memang ingin mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Jenis ini juga terjadi ketika seseorang mencari pekerjaan pertamanya atau ketika perempuan ingin kembali ke dunia kerja karena memutuskan untuk tidak menjadi ibu rumah tangga lagi.

Pengangguran ini bersifat jangka pendek dan merupakan bagian alami dari proses pencarian pekerjaan. Sebenarnya, pengangguran friksional memiliki dampak positif bagi sektor ekonomi karena memungkinkan pekerja pindah ke pekerjaan di tempat mereka bisa lebih produktif.

Faktor pengangguran bisa beragam macamnya dan ini tidak boleh di abaikan oleh pemerintah. Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh penduduk Indonesia di harapkan partisipasinya untuk mengatasi masalah ini. Tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat mustahil dapat mengatasi pengangguran di Indonesia.

Faktor-faktor Terjadinya Pengangguran

Semakin banyak jumlah penduduk Indonesia, ternyata tidak membuat masyarakat bisa hidup berkecukupan dan sejahtera. Yang terjadi adalah Indonesia dilanda krisis sumber daya manusia yang menyebabkan bertambahnya angka pengangguran.

Faktor utama penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia adalah kesalahan pola pikir dan kesulitan mengembangkan kreativitas.

Pola pikir tersebut terus saja diberikan turun temurun pada anak cucu sehingga menjadi pemikiran dasar yang dimiliki bangsa ini. Itulah mengapa negara ini masih tertinggal dari negara-negara lain yang memiliki pola pikir lebih maju. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran.

  • Pendidikan Rendah

Pendidikan yang rendah dapat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA. Rendahnya pendidikan telah membuat mereka kesulitan untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik.

  • Kurangnya Keterampilan

Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja, namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan. Tidak hanya sebatas teori-teori buku. Banyak perusahaan melakukan perekrutan pegawai baru tidak hanya berlandaskan ijazah tinggi, namun juga kemampuan yang sudah mereka kuasai menjadi nilai tambah.

  • Kurangnya Lapangan Pekerjaan

Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.

Akhirnya, hanya sebagian dari mereka yang langsung berhasil mendapatkan pekerjaan, sedikit yang mengambil pilihan untuk berwirausaha dan sisanya masih menunggu mendapatkan pekerjaan dengan tidak melakukan apa-apa.

  • Kurangnya Tingkat EQ Masyarakat

Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat.

Orang yang pandai berkomunikasi dan pandai bersosialisasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding orang yang selalu pendiam dan tidak berani mengeksplor potensi diri.

  • Rasa malas dan Ketergantungan Diri Pada Orang Lain

Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.

  • Tidak Mau Berwirausaha

Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah (kuliah) terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha. Mereka hanya tinggal mengikuti prosedur kerja dengan baik dan mendapat gaji.

Sedangkan jika berwirausaha, mereka harus memiliki modal banyak dan ilmu pengetahuan yang cukup di bidangnya. Selain itu, ada segala risiko yang harus dihadapi termasuk mengalami rugi.

  • Kemiskinan

Istilah yang kaya tambah kaya dan yang miskin semakin miskin bukanlah isapan jempol belaka. Orang-orang yang berlatar belakang dari keluarga yang miskin umumnya juga akan miskin karena tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan, atau tidak memiliki cukup bekal untuk merantau.

Akhirnya, hal yang akan mereka lakukan hanyalah menganggur. Kemiskinan menjadi salah satu biang kerok penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia.

Pada dasarnya siapapun orangnya akan selalu menghindari predikat menganggur, namun pada kenyataannya di negara berkembang khususnya negara Indonesia pengangguran selalu ada dan jumlahnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Ada banyak sekali faktor penyebab terjadinya pengangguran.

Seperti mana yang sudah dijelaskan diatas bahwa pengangguran memiliki penyebab, bukan hanya kekurangan lapangan pekerjaan saja. Melainkan kurangnya keterampilan seseorang. Dengan begitu pengangguran memiliki dampak yang nyata pada kehidupan seseorang.

Dampak Terjadinya Pengangguran

Dampak yang ditimbulkan dari pengangguran sangat banyak sekali, tidak hanya berkaitan kehidupan dengan ekonomi tetapi juga dengan kehidupan sosial, politik, dan budaya. Selain itu, pengangguran menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan nasional dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dampak pengangguran sangat buruk terhadap individu masyarakat antara lain:

  • Pengangguran bisa menghilangkan mata pencaharian.
  • Pengangguran bisa menghilangkan keterampilan.
  • Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik.
  • Bertambahnya tingkat kemiskinan masyarakat.
  • Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat.

Pengangguran memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan keluarga. Seorang kepala keluarga yang tidak mempunyai pekerjaan dan hanya menganggur, maka ia akan kehilangan kemampuan dan fungsinya dalam mengemban tanggung jawab. Bahkan keluarganya pun akan kehilangan ketenangan dan kepercayaannya kepada sang kepala keluarga.

Pada saat itulah semua anggota keluarga mengalami depresi dan rasa khawatir yang berlebih dalam menyambut masa depan yang tak terbayangkan.

Nah, adapun tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.

Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian. Pastinya tidak mudah untuk memperbaiki masalah ini. Butuh keterlibatan banyak pihak termasuk masing-masing individu agar sedikit demi sedikit masalah pengangguran bisa dituntaskan.

Cara Mengatasi Pengangguran

Pengangguran merupakan masalah penting yang harus segera diatasi karena sangat berpengaruh kepada perkembangan suatu negara. Pemerintah harus berperan dalam mengatasi masalah pengangguran. Upaya Pemerintah dalam mengatasi pengangguran dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang meminimalisir akan terjadinya pengangguran.

Karena setiap warga negara berhak mempunyai pekerjaan dan memiliki kehidupan yang layak seperti hal nya tercantum pada pasal 27 UUD 1945 yang berbunyi ” Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja dan melindungi hak-hak tenaga kerja”.

Oleh karena itu pemerintah harus dapat memberikan berbagai solusi dan berupaya untuk menurunkan atau mengatasi masalah pengangguran yang ada. Berikut ini beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran yaitu sebagai berikut:

  • Memberikan pendidikan gratis bagi yang kurang mampu, rata–rata jumlah pengangguran itu di miliki oleh orang yang tidak berpendidikan, jadi masalah utama pengangguran adalah tidak memiliki pengetahuan yang cukup sehingga sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
  • Sebaiknya pemerintah menyediakan tempat lapangan kerja sehingga dapat membantu dan mengatasi tingkat pengangguran.
  • Tidak hanya pemerintah masyarakat setempat pun seharusnya juga di himbau menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  • Selain itu menyediakan tempat tempat keterampilan seperti kursus menjahit, kerajinan tangan dll. Walaupun tidak punya pendidikan tetapi mereka mempunyai modal ketrampilan untuk bekerja sesuai dengan skillnya, karena di dunia kerja yang di butuhkan adalah ketrampilan skillnya.
  • Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Upaya pemerintah yang keempat untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Adapun cara yang dapat dlakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja yaitu dengan cara mengikutikan semua pekerja kepada asuransi jaminan sosial.
  • Mengadakan proyek magang bagi calon tenaga kerja. Salah satu cara pemerintah untuk mengurangi pengangguran yaitu dengan mengadakan suatu proyek magang bagi calon tenaga kerja. Dengan adanya pelatihan pada magang maka calon tenaga kerja akan menjadi lebih terampil dan akan membantu mengatasi masalah pengangguran.

Seperti yang kita tahu, bahwa pengangguran memberikan efek yang negatif terhadap banyak orang. Terutama pada pihak keluarga terlebih lagi ia seorang kepala keluarga. Pastinya pengangguran membawa pengaruh buruk terhadap kehidupan ekonominya.

Maka dari itu sebagai generasi muda, harus lah berpikir kreatif dan inovatif agar kedepannya dapat menjadi seorang pengusaha yang nantinya akan dapat membuka banyak lowongan pekerjaan bagi banyak orang, agar dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia ini.